MENGAPA ALLAH TIDAK MENGABULKAN DO'A SAYA.?

                         Mungkin Anda atau mungkin teman, atau siapa saja pernah bertanya seperti judul tulisan ini. 

Bahkan diantaranya ada yang sampai putus asa hingga kecewa tak mau lagi berdo'a karena doanya tak terkabul. 
Diantaranya "mereka" berpikir bahwa Allah tidak sedikitpun mendengar do'a yang dipanjatkan. 
Benarkah Allah melalaikannya ?. Atau mungkin Allah memang sama sekali tidak mengabulkan do'a kita ?.

Rasulullah Saw bersabda:

Mamin muslimin yad'ulloha bida'watin laisa fiha ismun, wala qothia'tu rohmin illa 'athohullohu biha ihda tsalatsa khisholin: imma anyua'jila lahu da'watuhu, wa'imma anyudakhkhiro lahu fil akhirati, wa'imma anyushrifa 'anhu minal su'i mitsluha.
"Tidak berdo'a seorang muslim dengan suatu do'a yang do'anya itu tidak dicampuri sesuatu maksud jahat atau memutuskan silaturahmi, melainkan pastilah do'a itu diperkenankan Tuhan dengan memenuhi satu dari tiga cara. Ada kalanya do'a itu diterima dengan segera, adakalanya disimpan dahulu untuk persediaannya di akhirat, dan adakalanya dipalingkan daripadanya kejahatan yang seumpamanya".

Hadits ini menyimpulkan, bahwa suatu do'a akan diterima oleh Allah Swt dengan 3 cara, yaitu:

Diperkenankan Langsung
Apabila seseorang berdo'a, dan apa yang dimintanya itu memang ada manfaatnya, maka sudah jelas Allah Swt akan mengabulkannya.

Allah Swt berfirman:
Ud'uni astajib lakum
"Berdo'a kepadaku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu" (QS. al-Mu'min:60)

Dalam ayat lain:

Wa'idza sa'alaka i'badi 'anni fa'inni qoribun ujibu da'watad da'i idza da'an
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo'a kepadaKu" (QS. Al-Baqarah: 186).

Ditunda
Adakalanya Allah Swt tidak segera mengabulkan do'a kita. Artinya bahwa Allah Swt menundanya dan mengabulkannya pada suatu waktu yang dikehendakiNya. Tertundanya pengabulan do'a ini janganlah kiranya menyebabkan keputus-asaan. Waktu kabulnya do'a ini dapat terjadi kapan saja karena kehendakNya.

1. Ditunda dan dikabulkan di Dunia
Allah Swt menjamin mengabulkan do'a kita, tetapi Allah maha mengetahui apa yang lebih bermanfaat dan kita perlukan saat ini. Allah senantiasa akan mengabulkan do'a kita pada waktu yang pas (tepat) menurutNya. Karena Allah yang mengetahui; apakah permintaan kita saat ini mendatangkan manfaat atau mudarat bagi kita.
2. Ditunda dan diabulkan di Akhirat
Adakalanya Allah Swt menunda do'a kita dan disimpan untuk dikabulkan di Akhirat. Karena Allah Swt lebih mengetahui bahwa hal itu lebih baik diberikan di akhirat daripada di dunia. Diriwayatkan bahwa di akhirat nanti ada seseorang yang terkejut menerima sejumlah karunia yang tidak dikira-kira banyaknya dan tidak sesuai sekali dengan amal ibadahnya dikala dia hidup di dunia. Diapun bertanya kepada Allah Swt: "Wahai Tuhan, darimana ini semua?". Allah menjawab, "Bukankah Aku telah memerintahkan engkau agar meminta kepadaKu apa saja di dunia ?", dan orang itu berkata, "Betul ya Tuhanku." Maka Allah Swt menerangkannya "Apa yang engkau mohonkan di dunia itu adalah baru sedikit, Kuberikan kini sisanya. Kuserahkan di akhirat," akhirnya orang itu berkata, "Alangkah baiknya jika sekiranya Tuhan memberikan segala yang kuminta itu di akhirat saja, tidak usah di dunia."

Diganti Dengan Yang Lain
Selain diperkenankan langsung dan ditunda, maka Allah Swt juga bisa mengganti kabulnya do'a kita dengan yang lain. Penggantian tersebut agaknya ada 2 macam, yaitu:

1. Dipalingkan dari kesusahan
Jabir ra., meriwayatkan, aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:
"Tidaklah seseorang berdo'a dengan sesuatu do'a, melainkan Allah Swt memberikan sesuai dengan permohonannya itu, melainkan dijauhkan dari kesusahan. Asalkan dia tidak berdo'a untuk kejahatan atau untuk memutuskan silaturahmi."
2. Dihapuskan dari dosa
Anas ra., meriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"....bahwa Allah Swt menerima do'a orang yang berdo'a, atau diganti untuknya, atau dipalingkan dari kesulitan yang semisalnya, atau dihapuskan dosa-dosanya."

Maka hendaklah kita pahami, bahwa Allah Swt tidak pernah bosan mendengar do'a para hambaNya. Mintalah sebanyak-banyaknya, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, sampai pada hal yang sekecil-kecilnya, sampai putusnya tali sandal sekalipun. Masalah itu dikabulkan, ditunda, atau diganti dengan yang lain, adalah urusan Allah Swt. Karena Dia-lah yang maha tahu manfaat dan mudarat dari do'a itu bagi kita.

Rasulullah Saw bersabda:

Yas'alu ahadakum robbahu hajatihi kullahu hatta yas'ala sas'a na'lihi idza inqotho'a
"Hendaklah seseorang meminta segala keperluannya kepada Tuhannya sampai-sampai mintalah tali sandal apabila putus."

Subhanallah, begitu terbukanya Allah Swt untuk do'a kita semua....

1 komentar:

Hamba Allah mengatakan...

Mohon maaf, sekedar mengkoreksi, "Ud'uni astajib lakum", QS:40 itu bukan surat al-mu'min melainkan surat Ghafir. Dan surat al-mu'min itu tidak ada, adanya Al-Mukminun QS:23. Terimakasih, artikelnya sangat bermanfaat. :)

Posting Komentar